wahai ilalang tua. . Hamparan mu me ngombak rasa. . Cerita kan mimpi-mimpi belalang malam. . Yang kerap mengusir embun dengan tendangan. . Cukup lah selimut bayu malam lalu. . Mewakili puisi ku yg di patah serunai. . Sebab mega masih erat dekap rembulan. . Redupi raut malam sisa cerita unggas senja. .
Sepotong ranting di patah burung hantu. . Mengusik bening wajah telaga di tepi rasa. . Aku segera menepi dari dahaga. . Agar embun mu tak ku reguk pagi nanti. . Lalu. . Terus lah malam mengolah naskah. .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar