laman

KUMPULAN PUISI DAN SAJAK ERLANGGA BAYU SEGARA
KUMPULAN PUISI DAN SAJAK ERLANGGA BAYU SEGARA

Minggu, 24 Agustus 2014

BURAM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

wahai ilalang tua. .
Hamparan mu me ngombak rasa. .
Cerita kan mimpi-mimpi belalang malam. .
Yang kerap mengusir embun dengan tendangan. .
Cukup lah selimut bayu malam lalu. .
Mewakili puisi ku yg di patah serunai. .
Sebab mega masih erat dekap rembulan. .
Redupi raut malam sisa cerita unggas senja. .

Sepotong ranting di patah burung hantu. .
Mengusik bening wajah telaga di tepi rasa. .
Aku segera menepi dari dahaga. .
Agar embun mu tak ku reguk pagi nanti. .
Lalu. .
Terus lah malam mengolah naskah. . 

**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar