
Wahai bidadari....
Ku kecup engkau dari sini
Dari peraduan sepi ku di belahan waktu
Wahai bidadari....
Ku dekap engkau dengan do'a-do'a
Agar lelap mu senantiasa damai dalam kehangatan
Wahai bidadari....
Ada mimpi yang ku tabur dalam hidup mu
Ada asa yang ku ikat dalam kisah mu
Agar kau dan aku merenda hari dengan kasih
Di singgasana yang menepis tabir-tabir jelaga
Ku harap mimpi yang ku cipta bukan sekedar angan
Namun Rembulan yang ku tanam di ladang kasih hidup ini
Kan ku petik bila tiba musim pecinta
Kan ku sunting di altar ke damaian
Wahai bidadari....
Hanya engkau pucuk dari skian mimpi langkah ini
Hanya engkau penghabisan dari semua asa yang ku tata
Wahai bidadari....
Suntinglah mimpi ku tuk melengkapi kelana mu
Di pijak tapak yang kau jelang di penitian kasih
Wahai bidadariku....
Ku kecup engkau dari sini
Dari peraduan sepi ku di belahan waktu
Wahai bidadari....
Ku dekap engkau dengan do'a-do'a
Agar lelap mu senantiasa damai dalam kehangatan
Wahai bidadari....
Ada mimpi yang ku tabur dalam hidup mu
Ada asa yang ku ikat dalam kisah mu
Agar kau dan aku merenda hari dengan kasih
Di singgasana yang menepis tabir-tabir jelaga
Ku harap mimpi yang ku cipta bukan sekedar angan
Namun Rembulan yang ku tanam di ladang kasih hidup ini
Kan ku petik bila tiba musim pecinta
Kan ku sunting di altar ke damaian
Wahai bidadari....
Hanya engkau pucuk dari skian mimpi langkah ini
Hanya engkau penghabisan dari semua asa yang ku tata
Wahai bidadari....
Suntinglah mimpi ku tuk melengkapi kelana mu
Di pijak tapak yang kau jelang di penitian kasih
Wahai bidadariku....








Tidak ada komentar:
Posting Komentar