laman

KUMPULAN PUISI DAN SAJAK ERLANGGA BAYU SEGARA
KUMPULAN PUISI DAN SAJAK ERLANGGA BAYU SEGARA

Rabu, 30 Juni 2010

JALAN SUNYI DI TEPI GERHANA




Jerit bayu melantun perih
Mencabik resah pucuk-pucuk lembah
Se'iring kidung menyepi di gigir perigi
Tanpa nada tanpa jerit dawai kecapi

dinding lembah meronta parau teriak
Karna raga t'lah terbius kelakar-kelakar tanpa makna
Swara-swara tercekat di akar ilalang
Walau pipit kadang bernyanyi di antara Badai...

Sribu mantra ber tasbih tanpa makna
sribu asa ter abai di pekat jelaga..
Titian nya retak di hempas angin se musim

Kemarau ku singgah di altar tak ber tuan
Berpapasan dengan embun dan Debu kebatilan
Suguhkan secawan Dilema yang membadai
Hingga nurani tercabik memoranda..

Ada langkah gontai tanpa topangan
Ada lorong pekat serupa malam

Se'untai senyum sirna menyerpih gurun
Damba gerimis menjemput sunyi jalan ini....



B I D A D A R I


Wahai bidadari....
Ku kecup engkau dari sini
Dari peraduan sepi ku di belahan waktu

Wahai bidadari....
Ku dekap engkau dengan do'a-do'a
Agar lelap mu senantiasa damai dalam kehangatan

Wahai bidadari....
Ada mimpi yang ku tabur dalam hidup mu
Ada asa yang ku ikat dalam kisah mu
Agar kau dan aku merenda hari dengan kasih
Di singgasana yang menepis tabir-tabir jelaga

Ku harap mimpi yang ku cipta bukan sekedar angan
Namun Rembulan yang ku tanam di ladang kasih hidup ini
Kan ku petik bila tiba musim pecinta
Kan ku sunting di altar ke damaian

Wahai bidadari....
Hanya engkau pucuk dari skian mimpi langkah ini
Hanya engkau penghabisan dari semua asa yang ku tata

Wahai bidadari....
Suntinglah mimpi ku tuk melengkapi kelana mu
Di pijak tapak yang kau jelang di penitian kasih
Wahai bidadariku....