laman

KUMPULAN PUISI DAN SAJAK ERLANGGA BAYU SEGARA
KUMPULAN PUISI DAN SAJAK ERLANGGA BAYU SEGARA

Selasa, 07 Desember 2010

F A T W A


Cobalah kau cium gerhana mu...
Tuk melengkapi mimpi-mimpi di sekujur nestapamu
Agar tapak jelagamu semakin mengelam
Dan cerita senja tergores tinta malam...

Biarkan lah hitam jadi pribadi dalam warna
Agar hidup terlewati dengan warna nya sendiri

Cobalah kau peluk kesunyian......
Agar bisik mu menggema di semesta rasa
Karna kebisingan mengabaikan fatwa-fatwa
Dari nurani yang membelai lembah hati

Cobalah kau resapi nyanyian jiwamu...
Yang mengalun di kesunyian rasa
Maka kan kau dapati sepenggal naskah
Terjemahan jati diri dalam nyanyian nurani...


Biarkanlah redup*
bila engku jadi senja*
biarkanlah gelap*
bila engkau jadi malam*

Biarkanlah sejuk*

bila engkau jadi pagi*

Biarkan lah terik mentari menghujam jiwa*
Bila engkau jadi siang*


ELEGI SEPENGGAL LUKA





Ba'it
pilu dalam tangis tak bertepi

Di lembah sesal menyerpih perpisahan
Alunan mu mendendang kidung rindu
Tuk sepotong cinta mu yang kau penggal sendiri

Tebing-tebing nostalgia kau datangi
Seakan Dia menantimu di sana
Hanya luka dan serpihan prahara yang kau dapati
Karna Dia t'lah pergi dengan gelimang luka yang kau toreh

Sesalan mu merangkai balutan nyeri..
karna tak kau temui seputih cintanya di stiap hati yang kau jelajahi

kini hanya dawai perih yang kau petik di stiap langkah mu
Bahkan dendang mu pun berurai air mata
Kasih suci dan cinta putih nya yang tak mampu kau hargai
Tak kau dapati di stiap hati manapun....

Sesalan mu jadi sya'ir kehancuran....
Dalam stiap sajak tapak langkah hidup mu...


Senin, 27 September 2010

ELEGI SENJA


Senja merah mendekap lembayung

Menyuguhkan Ba'it-ba'it lembar kenangan

Sekumpulan camar senja mengepak mega

Sajikan jerit jemari hati yang merindu kasih

Setopang langkah ku gontai menjengkal pantai

Yang sesekali basah kala ombak memesrai bumi

Ku harap raga segra bersua tambatan rasa
Penyejuk jiwa Aulia intan Segara.....

Kenangan ku berderai membentur karang
Sa'at camar mulai menghilang dari pandangan
Perlahan kemarau ku smakin mengering
Seiring surya meredup lelah di pelukan mega
Langkah ku...............
S'makin gontai telusuri hamparan rindu
Lelah..............
Namun, slalu menuju sa'at bertemu.....


* sepenggal kisah....
* sa'at mengenang mu
* di titian senja
* Di pantai kuta.......

Sabtu, 25 September 2010

R I N D U T E R L A R A N G


Kerinduan ini......
Kesejukan yang membunuh..
Engkau............
Serupa akar yang membelit langkah-langkah
Menjerat ku dikerinduan tak bertepi
Mencakar, mencabik rasa yang poranda
Jadi serpih-serpih prahara

Ingin ku teriak memanggil mu..
Wartakan nama mu di panji-panji langit
Agar engkau mendengar dengan rasa
Menatap ku yang terbelenggu rindu
Bukan kisah tanpa makna, bila kau bilang ini cerita hampa....
Justru kisah penuh makna, penuh cerita rahasia...........
Walau kau berkata kita tak mungkin bersama
Tapi kerinduan ku abadi menyapa indah mu....



* Rindu yang menyimpan malapetaka
* Kisah yang merengkuh kematian
* Walau langkah se irama
* Tangan kita menggandeng kabut

Selasa, 24 Agustus 2010

KIDUNG RINDU MENGGAPAI PENANTIAN


Kupeluk engkau di sudut rembulan
Lewat sayap embun yang memandi pagi

Kupahat rasa di telaga mimpi-mimpi

Yang mengeja bait-bait tebing kasih


Senandung cinta kidung penantian

Yang kau dekap di belahan waktu nan resah

Menyajikan kelelapan di jiwa yang meronta

Memberontak pundi-pundi rindu sepecah debur samudra

Penantian hakiki di lembah setiamu
Memupuk juangku tuk meraihmu di penentuan waktu

Hingga Enggan sejenakpun aku beranjak

Dari penitian langkah meraih danau kasihmu


Kuharap setiamu tetap bertumpu di penantian

Hingga aku tiba membawa seogok mimpi yang kau idam

Lalu engkau memeluk sebongkah kasih yang ku bawa
Lewat senyuman seuntai pagi

Rabu, 28 Juli 2010

TITIAN JALAN KEMBARA


Se onggok raga timpang ter abai
Melangkah resah melewati tebing-tebing haus darah
Menapaki nurani yang tlah Basi...
Mencabik raga jadi serpih-serpih prahara

Kelakar ku sirna di telan jerit pendosa
Membelit langkah di tapak-tapak pencarian
Mengembara di laut kemunafikan
Meniti perih di sudut-sudut ilusi.....

Ku coba merangkak di tebing sunyi hidup ini
Tuk meraih senoktah asa di celah lembah petaka
Walau raga berai ter cabik...
Namun nurani mengikat juang agar langkah terus meniti
Telusuri kepak camar merangkai bebatuan
Di sayap kelelawar yang membentang pekat jelaga

Gontai meraba langkah di kegelapan
Terus mencari seberkas sinar di lorong kehidupan
entah.....Sampai kapan....



senyap kembara
di jalan
penuh Dosa





Rabu, 30 Juni 2010

JALAN SUNYI DI TEPI GERHANA




Jerit bayu melantun perih
Mencabik resah pucuk-pucuk lembah
Se'iring kidung menyepi di gigir perigi
Tanpa nada tanpa jerit dawai kecapi

dinding lembah meronta parau teriak
Karna raga t'lah terbius kelakar-kelakar tanpa makna
Swara-swara tercekat di akar ilalang
Walau pipit kadang bernyanyi di antara Badai...

Sribu mantra ber tasbih tanpa makna
sribu asa ter abai di pekat jelaga..
Titian nya retak di hempas angin se musim

Kemarau ku singgah di altar tak ber tuan
Berpapasan dengan embun dan Debu kebatilan
Suguhkan secawan Dilema yang membadai
Hingga nurani tercabik memoranda..

Ada langkah gontai tanpa topangan
Ada lorong pekat serupa malam

Se'untai senyum sirna menyerpih gurun
Damba gerimis menjemput sunyi jalan ini....



B I D A D A R I


Wahai bidadari....
Ku kecup engkau dari sini
Dari peraduan sepi ku di belahan waktu

Wahai bidadari....
Ku dekap engkau dengan do'a-do'a
Agar lelap mu senantiasa damai dalam kehangatan

Wahai bidadari....
Ada mimpi yang ku tabur dalam hidup mu
Ada asa yang ku ikat dalam kisah mu
Agar kau dan aku merenda hari dengan kasih
Di singgasana yang menepis tabir-tabir jelaga

Ku harap mimpi yang ku cipta bukan sekedar angan
Namun Rembulan yang ku tanam di ladang kasih hidup ini
Kan ku petik bila tiba musim pecinta
Kan ku sunting di altar ke damaian

Wahai bidadari....
Hanya engkau pucuk dari skian mimpi langkah ini
Hanya engkau penghabisan dari semua asa yang ku tata

Wahai bidadari....
Suntinglah mimpi ku tuk melengkapi kelana mu
Di pijak tapak yang kau jelang di penitian kasih
Wahai bidadariku....

Senin, 31 Mei 2010

E N G K A U


Harum mu semerbak di lembaran biru
Menyelubung satu noktah menjelaga
Menenggelam di kesendirian membara
Melangkah melewati jeritan merdu

Titian mu Retak di hempas belaian kabut
Hingga satu langkah mu menepi derita
Sekejap engkau terbang di semesta sengsara
Dendangkan satu kidung ke hampa'an

Lelah......
Desah mu sa'at terbang mencoba nirwana
Menapaki satu-satu ke indahan
Lalu kau tersenyum sambil berdendang merdu
Namun air mata menetes di sudut hidup mu


Aku yang menyentuh ujung bahu mu
Mengajak mu mencoba merenda pagi
Lupakan syurga yang kau cipta
Menggubah kidung-kidung air mata
Mengajak mu menapaki kisah nyata....
Tentang itik dan sepasang Belibis putih
Tentang Merpati yang tak pernah ingkar janji
Tentang kau dan aku senja ini........


-Senja di pangandaran
-Mei 05



Minggu, 23 Mei 2010

SEBATANG KARA

Ku pijak langkah di titian retak
Ku gapai mimpi-mimpi di pucuk duri
Tapaki jalan sisa-sisa kembara..
Tanpa Sanak Tanpa Kerabat...
Se onggok Rasa yang ku punya sisa-sisa melangsa
Hamparan jiwa yang merengkuh Dahaga
Ter abai s'gala asa di tepi kelana
Tanpa kidung tanpa senandung dawai kecapi

Kembara ku menyisih di tepian jerit....
Menenggelam di se bongkah rindu tanpa sisi

Kelana ku lelah di langkah setapak
Enggan berlabuh karna rindu tak bertemu tumpu
...........................



memory pasir ber buih-
mei-2010-

elang segara
.........................................................

Minggu, 04 April 2010

DI ATAS SELEMBAR SAJADAH

Sekejap lelap ku bermuara di se untai pagi
Ketika fajar menyapa awal terjaga ku
Segala pasrah..Rebah di se hampar sajadah
Mengeja mantra menapak s'gala titah MU
Sujud ku menuju MU.....
Ku abdi kan sluruh jiwa dan hidup ku hanya untuk MU..
Yaa... ILLAHI.....
Hanya engkau yang mampu membasuh debu-debu dosa
Hanya ampun MU yang mampu menghapus s'gala petaka
Hanya Ridla MU yang ku pinta subuh ini..
Agar langkah ku....
Tidak ter sesat di belantara Dosa
Amien........
...................................................................

Minggu, 07 Maret 2010

D I A M

Diam ku tak ber arti bisu
Diam ku menenggelam rasa di pusara kalbu
Diam ku menelungkup kata untuk mu
Yang ter rangkai di ba'it sajak tak ter ucap
Diam ku membawa sribu makna ter ikat
Yang tenggelam di kedalaman rasa tanpa kata
Diam ku membawa sribu janji
Kan ku tepati bila tiba sa'at nanti
..........................
persembahan
buat:
Triska H.

PRAHARA

Merenda detak-detak jengah
Yang ter hampar di halaman kasih padang nirwana
Menyulam ba'it-ba'it asa di belantara rasa
Mengembara di ujung Rindu yang semakin tipis

Apakah langkah malam kan ber tumpu pda jatidiri
Yang lama ku cari di celah sunyi hidup ini
Atau hanya akan mengeja makna, di savana rasa tanpa titian
Tanpa jejak ....tanpa melody....
Hingga akhir mimpi...........
...........................................

K I S A H

Hadir mu hanya se penitian hati
Sisakan se pijak jejak penuh duri
Adalah aku yang menyisiri perih...
Memenggal asa sisa-sisa mimpi.......
Masa indah bersama mu hanya sekejap lalu
Sebelum Raga ter campak di duri mawar ber bisa
Walau kadang ada rindu menjelang
Namun perih lebih melukai di sudut memory
.............................

APA YANG KAU CARI

Kau tapaki jalan sunyi tanpa melody
Apa yang kau cari....
Wahai nilam di gigir perigi....?
Di tapak semampai hari apa yang kau nanti
Hingga di relung waktu yang kau lewati
sendiri kau arungi tanpa mimpi
...................................


Kesendirian mu
Mengusik peduli ku

MALAM MERINDU

Sayup ku dengar jerit jangkrik di malam bisu
Suguh kan pilu temani nelangsa ku
Hembusan bayu membelai pucuk-pucuk perdu
Usik rasa di titian kembara ku

Terlempar satu nama yang skian lama hilang
Memaksa ku menoleh ke alam kenangan
Segumpal rindu tak ber tepi...
Menjilati lembah hati.
Perih............
Hadir di se berkas mmpi..
Memucuk tanpa sisi
Wahai....Bidadari......
Adakah sama rindu ini.....

Sabtu, 30 Januari 2010

ELEGI MIMPI JELATA

Semilir bayu membelai pagi..
Tak mengusik Langkah-langkah jelata menuju mimpi
Kidung pipit mengalun syahdu di ranting Cemara
Di tingkahi tarian Belibis di tepi rawa
Mentari pagi menghampar memeluk bumi
Hangat kan jiwa insani di pelupuk pagi
Segumpal asa merekah di jiwa para jelata
Mengeja langkah Merengkuh sesuap nafkah..
Hanya..Sesuap nafkah....
Karna ikrar penguasa slalu ingkar.........