
Ku bawa langkah ini menyusuri perih...
Dalam teriak bahana luka....
Ingin kan raga menyirna nestapa..
Walau kehampa'an tak jua enyah....
Ku dendang memory dalam tarian maut...
Mengeja aksara di balik prasasti luka
Kadang ingin ku tepis mimpi-mimpi..
Namun di situ asa ku tergantung walau gamang
Ah.. tak kan ku biarkan tembang mengalun tanpa kecapi
Walau ku tahu bulan menggantung di lemari tua
Namun bintang yang ku rengkuh membawa mu di pelukan ku
Meski bisu namun ku tahu engkau hakiki...
harus kah ku urai air mata agar lelah ini bermuara
Sehingga lentera tak menepi dari gulita
Aku tahu... yang ku pijak titian retak
Tapi haruskah ku enyah dan singgah di jurang curam
Tak kan ku biar kan kaki ini menginjak hampa
Karna putusan ku bukan cerita penghabisan
Masih ada engkau yang memberi temali dari keterpurukan
Tuk mengentas ku dari titian retak tanpa jejak
Kan ku jelang cerita mu di panji langit
Bersama melakoni dongeng opera senja
Hingga gersang di kehausan kan terlewati
Karna engkau oase ku kala ku dahaga
Oh.. percikan luka smoga menyirna
Dan kita melambai bersama...........








