laman

KUMPULAN PUISI DAN SAJAK ERLANGGA BAYU SEGARA
KUMPULAN PUISI DAN SAJAK ERLANGGA BAYU SEGARA

Selasa, 10 November 2009

MENGEJAR ANGKARA

Selaksa koar menapaki Dendang yang kelam
Telusuri mimpi-mimpi Nirwana...
Merayapi tebing-tebing haus darah
Lupakan Rumah-rumah tuhan....

Bianglala semesta mimpi melambai..
Tangan-tangan hitam menggapai
Kaki-kaki terluka ber jejak Darah........
Jelata dahaga lengking kan asa..
Raja manusia pun.....
Ter lupa.......

Dinding Mesjid warta kan rindu pen sujud
Namun mereka .. entah di mana.....
Apakah menyelimut dalam mimpi....?????

**Coretan bahasa
Jelata.....}

KADO ULTAH DARI SEBRANG

Segumpal ombak memesrai bumi
Di hamparan pantai membelai pasir-pasir
Berbisik mendampar.....
Menjamah seuntai rasa di kalbu ku

Seba'it kidung si burung Camar
Dendang kan kelam di ke hampa'an ku
membaur di se untai kata yang tenggelam
Karna kau begitu indah...

Aku ter bujur sayu..
Ter puruk menyentuh ujung hati mu
Sa'at mentari meninggal kan lazuardi
Ku tinggal kan pula sepotong hati ku
Di bentangan Horizon senja
untuk mu.....
Mungkin......

Di antara karang dan ombak
Di antara kidung burung Camar
di hari jadi yang menyapa mu..
Ku dampar kan kata di cakrawala aksara
Hanya itu.......
Karna tuk memeluk mu aku tak mampu

SLAMAT MENEMPUH HIDUP BARU

Sa'at panji hitam putih menabiri Cakrawala
Kau ter bangun dari mimpi Biru..
Menambal luka.....
Meniti langkah arungi satu bahtera..
Akhiri ke terlantaran hati dengan dayung asmara

Sa'at fajar menepis pagi langkah mu t'lah baru
Arungi hidup tinggal kan Remaja mu
Di sisi mu tambatan hati menggandeng langkah mu
Bersama nya kau tatap halaman ber liku
Bersama nya jua kau akan menggali hidup
Sa'at langkah mu ter puruk di relung waktu

Damai kau ter bangun di singgasana penuh makna
Menepis sepi di altar sutra jingga
Sa'at hidup mu nanti lelah bernyanyi
Kau t'lah ter dampar di hariba'an tali kasih...
....................

MEMORY TAPAK BER DARAH

Sahabat..
Tapak-tapak kita pernah bersama..
Se iring di atas kerikil tajam
Adalah duka yang membiak..
Sa'at tangan kita bergandengan
Sahabat...
Di simpang jalan di rembang petang
Kita bimbang tuk memilih satu jalan..
Pandangan dalam selisih yang tajam
Hempas kan kita di per beda'an jalan
akhir nya...
Kita pun ber jauhan

Sahabat...
Jika hati mu menuai Rindu..
Hisap lah Daun-daun Syurga..
Karna aku masih ter baring di atas nya
Bila kau rindu swara ku..
Nyanyi kan lah Tembang jalanan..
Karna aku adalah sya'ir nya
Jika kau Rindu wajah ku..
Pandang lah kabut yang hitam
Karna aku..
Masih di situ menenggelam

Namun....
Jika Puisi Biru terbang pada mu
Pertanda aku Rindu tentang mu..

Dalam lautan rindu ..
Sa'at menuai Derita..}

Minggu, 01 November 2009

TRAGEDI

Jerit nazar mewarta di sudut-sudut mazhab
Nyanyian duka nelangsa para jelata
Ter abai s'gala mimpi dan cita-cita
Ter timbun reruntuhan puing-puing bencana
Kelakar,canda dan tawa jadi tangis dan prahara
Sisakan pilu dalam jiwa yang terhimpit derita
Oh... sang Raja....
Sebab apa petaka melintasi Mereka..
Apakah karma...
Atau tumbal sang penguasa...
S'ribu mantra Bertasbih merengkuh Danau Mu
S'ribu jerit menghampar di semesta do'a
Namun..........
Hanya Engkau Yang kuasa S'galany..

Memoryal
Tasik Malaya,Padang
&Pangandaran