laman

KUMPULAN PUISI DAN SAJAK ERLANGGA BAYU SEGARA
KUMPULAN PUISI DAN SAJAK ERLANGGA BAYU SEGARA

Sabtu, 23 Agustus 2008

SAPA RINDU KU

Kusapa engkau di sudut rembulan
Yang temani malam merangkai bintan-bintang
Kucoba gapai lentik kasih mu
di belahan waktu meniti pundi-pundi rindu
Sambil sesekali ku sulam kidung bayu
Ku jadikan media penghantar salam rindu ku
Walau kadang se'arak mega menepis bintang
Namun aku tetap meniti,
di lembut gaung kasih mu.....

IKRAR PENANTIAN

Bila kidung rindu terpasung di waktu
Kita hanya mampu menapak sayu
Titian yang hanyut terkoyak luka
kasih tak tergapai....
Jauh engkau di ujung waktu
Aku menanti di gigir sepi
Kuharap bila tiba sa'at bersua
Engkau masih menggenggam janji
Yang ku titipkan dulu...
Dalam ikatan ikrar kita

PENANTIAN

Membelai lentik rindu ujung kasih
Mengenang serpih-serpih cinta lembah asmara
Engkau ku puja di setiap hela ku
Terangkai nama mu di stiap ba'it mantra ku
Ter pasung kidung di jelaga penantian
Sebab engkau hilang warta dari tepian
Akan kah gerhana menepi sinaran
Bila rembulan menghilang di gelap waktu
Hingga mimpi terbengkalai...
Redam asa jadi mozaik yang poranda
Hingga menyerpih luka...

Minggu, 10 Agustus 2008

PENANTIAN MU

kau lantun kan kidung-kidung rindu
Di gigir telaga sunyi yang kau tapaki sendiri
Kau dekap segumpal resah tanpa lelah
Di tebing nelangsa yang meretak penantian
Seba'it rasa ber mahkota cinta
Rekah kan tegar di penantian mu
abadi....

JARAK MERINDU

Ada rindu terpasung...
Ada hasrat yang terpenjara
Ada indah membelai bara asmara
Kala cinta terpaut terpisah jarak....
Langkah-langkah meniti penuh kidung rindu
Ber senandung di sudut jiwa yang ter pahat asmara
Setetes kasih...
Luruh sejuk meresap.....
Di hamparan rasa yang kita dirikan istana
Ber mahligai permata...

MUTIARA KATA

Mungkin mimpi dalam lelap,hilang makna sa'at kita terjaga
Tapi mimpi kala terjaga,tumbuhkan asa tuk memetiknya di esok yang menjelang
Walau sisa-sisa kembara hanya sebatas benang rapuh
Namun hasrat memiliki, adalah jembatan tuk merengkuh

SKETSA RINDU

Berjalan sendiri menyusuri malam
Membawa segumpal rindu yang entah kapan ter paut
Coba menuai ba'it-ba'it pucuk embun
Di belahan waktu kala malam memucuk pagi
Walau semampai malam ter kekang pekat jelaga
Namun kucoba meraba walau rasa menyentuh pudar
Agar segumpal rindu yang ter kekang
Di pekat malam...
Menggubah gelap jadi se untai pagi

Sabtu, 09 Agustus 2008

CINTA TER AKHIR

Cinta terakhir...
Mengikat ku di jeram penghujung langkah ku
Dari tapak-tapak pencarian hakiki
Wahai...
Cinta terakhir...
Engkau agung jadi penopang langkah ku
Memberi makna dalam setiap juang ku
Yang menyisir kidung-kidung jati diri
Oh...
Cinta ter akhir....
Kau lah pelabuhan dari setiap pelayaran ku
Engkau pula yang jadi mimpi terjaga ku

PERJUANGAN

Jalan timpang...lunglai tak menepi telaga
Berpeluh darah menyesak di pusar sengsara
Walau mantra tersajak di ba'it-ba'it awan
Namun tapak harus meniti walau berjejak
darah...
Tak harus menunggu mukjijat..

PENYESALAN LANGKAH

Langkah meniti membiru warna
terseok lunglai di tapak kelana
Terhempas badai di gurun gersang
Sebah melambai di jalan yang poranda
Tangan semampai menggapai tanpa topangan
Menggenggam jerit sebelah di pengekangan
Rancau desah bermantra tanpa tepian
Diri bersimpuh bertalam dosa
penuh sesalan....